Rabu, 16 Agustus 2017

Peran Mahasiswa Untuk Pendidikan Indonesia

PERAN MAHASISWA BAGI PENDIDIKAN BANGSA INDONESIA

Masa muda merupakan jenjang kahidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jika pemuda atau mahasiswa memiliki potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya. Kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda mahasiswa, dan pemikiran kritis mereka sangat didambakan masyarakat. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi pemuda dan mahasiswa sekarang ini.mahasiswa adalah agen perubahan sosial (agent of social change) karena mahasiswa selaku insan akademis, dipandang memiliki kekuatan intelektual yang lebih sehingga kepekaan dan nalar yang rasional diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pendidikan dan sosial dimasyarakat
Mahasiswa yang sudah mapan dalam berpikir, adalah mahasiswa yang tidak sekedar memikirkan kepentingan akademis semata. Namun sebagai pribadi yang mampu melihat permasalahan disekitarnya dan menjadi bagian dari penyelesaiannya. Sehingga mampu mengerahkan potensi yang dimilikinya dan menjadi bagian penentu arah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Suatu keadaan yang sangat menyedihkan bagi keterpurukan pendidikan di negara kita, hendaklah mendapat perhatian dari mahasiswa, terlebih lagi mahasiswa selaku konsumen pendidikan yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Artinya, segala kebijakan pemerintah mengenai system pendidikan nasional hendaklah mengarah pada peningkatan mutu bukan sekedar peningkatan biaya yang selama ini kita rasakan.
Fungsi agent of social change yang melekat pada jati diri mahasiswa saat ini hendaklah bukan sebatas slogan-slogan demonstrasi saja, namun suatu pemikiran yang rekonstruktif dan solutif terhadap permasalahan seputar pendidikan dibangsa ini dapat disumbangkan oleh mahasiswa terhadap pihak terkait, dan melakukan kontrol terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan. Sehingga suatu komunikasi antar mahasiswa, masyarakat dan pemerintah dapat berjalan dengan baik dengan menghasilkan  suatu argument dan saran sebagai solusi bagi kebuntuan permasalahan pendidikan.
Sudah menjadi keharusan bagi seorang atau kelompok mahasiswa untuk aktif dalam menyoroti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, mengingat tuntutan status sosial yang strategis bagi mahasiswa dari pada elemen masyarakat lainnya, dan ini bukan berarti mahasiswa bergerak atau aktif dalam melakukan kontrol sosial yang berkembang dengan tanpa ideology dan orientasi perjuangan yang jelas. Kita tidak menutup mata jika sering kali kita melihat mahasiswa yang berduyun-duyun melakukan aksi turun kejalan dalam menyampaikan aspirasi dengan teriakan slogan nan penuh semangat namun beberapa orang diantaranya tidak mengerti akan apa yang sedang dilakukannya bahkan yang lebih menyedihkan mereka hanya sekedar ikut-ikutan. Buktinya, banyak kalangan mahasiswa yang mengaku sebagai aktivis pergerakan, tetapi tidak mengerti tentang konsep perubahan masyarakat, kebangkitan masyarakat, kritik sosial politik yang ideologis, bahkan tidak mengerti permasalahan utama masyarakat yang ada saat ini.
Tidak hanya kepedulian dan perhatian dari pemerintah yang diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di indonesia. Namun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan pun diperlukan. Tidak sedikit anak-anak di daerah indonesia yang disuruh bekerja oleh orang tuanya, walaupun masih kecil, demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Ini karena orang tua tersebut belum sadar akan pentingnya pendidikan bagi kesuksesan anak mereka. Banyak anak kecil yang sudah bekerja menjadi pengemis, pengamen, penjual koran, dan pekerjaan apapun yang membahayakan jiwa dan fisik mereka. Seharusnya di umur tersebut, mereka sedang menjadi pelajar untuk mempersiapkan mimpi-mimpi mereka. Kita tidak tahu akan jadi apa mereka nanti, apakah presidan atau seorang pemimpin yang akan menyelesaikan permasalahan di indonesia.
Pemerintah kurang peduli, masyarakat belum sadar, maka saatnyalah dibutuhkan peran mahasiswa sebagai penggerak serta pencetus perubahan. Mahasiswa dapat melakukan aksi langsung untuk ‘menyentil’ pemerintah tentang permasalahan pendidikan yang semakin besar sampai saat ini. Sudah banyak aksi pergerakan yang dilakukan mahasiswa guna meningkatkan mutu pendidikan di indonesia. Seperti contohnya mapan. Komunits mapan ini merupakan komunitas mahasiswa peduli pendidikan dari bem universitas riau. Kegiatannya yaitu mengajar anak jalanan yang belum sempat merasakan sekolah. Secara tidak langsung, komunitas tersebut membawa pesan untuk lebih memperhatikan keadaan pendidikan di indonesia saat ini. Selain itu juga mengajak mahasiswa untuk melakukan pergerakan secara langsung ke masyarakat. Bila kita lihat, masing-masing universitas atau institut sudah mempunyai program pergerakan yang sama, yaitu mengajar. Bahkan mahasiswa yang berasal dari satu daerah pun sudah melakukannya di daerahnya masing-masing.
Setelah melihat fakta-fakta tersebut ada suatu gagasan visi yang terlintas di pikiran. Yaitu menciptakan suatu pemimpin yang menintegrasikan komunitas-komunitas mahasiswa yang peduli dangan pendidikan di indonesia. Dengan begitu, diharapkan adasatu visi bersama yang akan dicapai. Yaitu pendidikan yang merata bagi anak-anak di seluruh indonesia. Merata ini bukan dalam arti memiliki kurikulum atau pengajarannya sama. Pelajaran wajibnya tetap ada, namun cara penyampaiannya disesuaikan dengan karakter lingkungannya masing-masing. Contohnya mengajar anak jalanan, mengajar mereka tidak bisa dengan menyuruh mereka duduk manis untuk mendengarkan gurunya berbicara. Kegiatan sehari-hari mereka membiasakan mereka untuk bergerak dinamis dan di luar ruangan. Jadi bisa dilakukan dengan belajar outdoor seperti di taman, dan juga diperbanyak permainan serta simulasinya agar mereka tidak bosan untuk belajar. Untuk daerah -daerah pelosok, pasti ada yang kekurangan sumber daya manusianya, karena sedikit warganya yang menjadi mahasiswa. Dengan ini kita bisa memanfaatkan sarjana-sarjana yang sedang menganggur untuk mengajar disini. Tentunya setelah didiklat terlebih dahulu. Jadi, selain meningkatkan mutu pendidikan, juga mengurangi jumlah pengangguran di indonesia.

BIOGRAFI PENULIS

Hi.. Saya Sri Rahayu Kurnianingsih. NIM 1107617036 Saya salah satu mahasiswi UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA tahun 2017 Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi PGSD. Saya berasal dari Depok, tahun 2014 saya masuk di SMAN 5 Depok. Dan pada tahun 2011 saya bersekolah di SMP Muhammadiyah 4. Saya pernah mengikuti beberapa organisasi baik di sekolah atau di luar sekolah diantaranya,Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Rohani Islam (ROHIS), Forum Anak Kecamatan Pancoranmas (FA). Saya menulis ini selain memenuhi tugas MPA UNJ ini juga sebai bantuan bagi kalian yang mencari-cari referensi. Semoga bermanfaat. 
x